Just another WordPress.com site

Donor darah itu . . .


DONOR darah adalah proses dimana penyumbang darah secara sukarela diambil darahnya untuk disimpan di bank darah, dan sewaktu-waktu dapat dipakai pada transfusi darah.

Mendengar kata donor darah, banyak orang yang bergidik ngeri membayangkan jarum suntik ditusukkan ke kulitnya. Belum lagi anggapan yang mengatakan donor darah membuat darah dalam tubuh berkurang. Ketakutan dan mitos yang salah semacam itu sering menjadi penghalang bagi seseorang untuk menyumbangkan darahnya.

Untuk mendonorkan darah kepada orang lain, dibutuhkan kerelaan. Pendonor juga harus memiliki tubuh yang sehat dan terbebas dari berbagai jenis penyakit.

Beberapa motif yang biasanya melatari orang mendonorkan darahnya antara lain misi sosial atau menolong keluarga. Dari motif-motif tersebut, pendonor terbaik adalah mereka yang menyumbangkan darahnya secara rutin dan berkesinambungan secara sukarela yaitu sekali dalam tiga bulan.

Keuntungan lain mendonorkan darah, jika dilakukan dengan rutin, antara lain membuat jantung bekerja lebih baik, karena darah yang dipompa adalah darah yang bersih. “Untuk kesehatan jantung memang efek yang ditimbulkan tidak langsung namun bertahap. Karena jika darah yang mengalir pada tubuh adalah darah yang sehat, jantung juga akan sehat secara otomatis,” kata Kepala Unit Transfusi Darah Daerah Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta Dr Ismet Sanusi.

Manfaat lain yang dipetik oleh pendonor sukarela ialah mengetahui bahwa dirinya sehat. “Orang-orang yang darahnya bisa digunakan adalah mereka yang benar-benar sehat,” terang Ismet.

Dia menuturkan, setiap kali menerima darah dari para pendonor, maka PMI melakukan proses pengolahan darah yang terdiri atas screening atau pemeriksaan darah dan konfirmasi golongan darah. Kemudian dilakukan uji saring darah yang berfungsi mengetahui kesehatan darah, apakah terbebas dari hepatitis B, hepatitis C, HIV/AIDS, dan sifilis.

Setelah proses uji saring selesai, dilakukan uji cocok serasi yaitu percobaan percampuran darah donor dengan darah pasien (cross matching).

“Darah di PMI dapat dijamin kesehatannya karena telah mengalami beberapa proses uji penyaringan. Pemeriksaan uji saring terhadap infeksi yang menular lewat transfusi darah dilakukan setelah darah diambil dari donor. Sehingga saat ditransfusikan, darah tersebut sudah bebas dari penyakit,” katanya.

Bagi para pendonor yang darahnya tidak sehat, misalnya tercemar sifilis, hepatitis A atau hepatitis C, maka PMI akan mengirimkan sebuah surat yang menerangkan hasil penyaringan yang reaktif pada darah pendonor.

“Pendonor kita sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter, setelah surat keterangan sehat dari dokter keluar, baru pendonor tadi akan dipertimbangkan dengan syarat tertentu apakah boleh mendonorkan darah kembali,” tambah Ismet.

Reaksi yang muncul ketika pendonor mendapatkan surat, sangat beragam, seperti berterima kasih karena bisa mengetahui deteksi dini penyakit yang terdapat pada tubuh, hingga ada pula pendonor yang marah-marah karena merasa divonis.

“Itulah bedanya Indonesia dengan Jepang. DiJepang, orang mendonorkan darah dengan sukarela karena ingin mengetahui kesehatan, mereka jadi sebagai sarana checkup

Sayangnya, lanjut Ismet, kesadaran seperti itu tidak ditemukan di Indonesia. Umumnya, donor darah di Indonesia adalah donor darah sukarela tanpa pamrih sehingga mereka tidak termotivasi hanya karena ingin mengetahui status kesehatannya.
Spoiler for manfaat donor darah:

1. Menambah pahala. Coz life is for God and for searching ridho Allah

2. Bisa menolong orang lain tanpa harus tahu siapa. Btw, dulu aku punya teman yang pada waktu itu dia mau dioperasi dan dia butuh 12 kantong darah! Bayangkan aja kalo tiba-tiba waktu tu hanya ada 11 kantong darah atau persediaan habis.

3. Periksa kesehatan melalui darah gratis. Hehehe.. Coz setiap darah yang didonorkan akan dites terlebih dahulu, apakah mengandung penyakit berbahaya kaya AIDS, hepatitis dll. Kalo seandainya berbahaya, ntar kita dihubungi

4. Regenerasi sel darah.

5. Orang yang aktif Donor jarang terkena penyakit ringan maupun berat.
(Pengalaman di perusahaan membandingkan sebelum dan setelah adanya kegiatan donor darah tingkat yang sakit turun hampir 50% )

6. Mencegah stroke (Pria lebih rentan terkena stroke dibanding wanita karena wanita keluar darah rutin lewat menstruasi kalau pria sarana terbaik lewat donor darah aktif)

7. Mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh.

8. Membuat badan lebih sehat dan bugar, menyumbangkan darah memungkinkan terjadinya pergantian darah baru sehingga metabolisme tubuh menjadi lancar yang dapat menghindari serangan penyakit jantung.

Spoiler for syarat menjadi pendonor:

1. Usia 17-60 tahun (pada usia 17 tahun dapat menjadi donor bila mendapat ijin dari orangtua).
*TS mulai umur 16 thn gpp tuh?? sekarang 19 tahun dah 10 kali

2. Berat badan minimum 45 kilogram.

3. Temperatur tubuh 36,6-37,5 derajat Celcius.

4. Tekanan darah baik, yaitu: systole=110-160 mm Hg, diastole=70-100 mm Hg.

5. Denyut nadi teratur yaitu antara 50-100 kali perdetik.

6. Hemoglobin. Wanita minimal 12 gr persen, pria minimal 12,5 gr persen.

7. Jumlah penyumbangan pertahun paling banyak 5 kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan. Jarak donasi minimal 2,5 bulan (10 minggu). Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor.

8. Sebelum donasi harus cukup tidur minimal 5 jam dan sudah makan.

9. Bagi wanita, tidak sedang hamil, haid dan menyusui.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: