Just another WordPress.com site


Setting untuk memperoleh hasil terbaik

Setelah Anda mengenali fitur-fitur yang ada pada kamera handphone akan lebih banyak kemungkinan untuk memperoleh fhasil yang bagus. Berikut adalah beberapa tips:

    Gunakan resolusi tertinggi

Biasanya kamera handphone memiliki resolusi yang lebih rendah daripada kamera digital. Sebaliknya, kompresi gambar pada kamera handphone lebih ketat daripada kamera digital. Oleh karena itu, untuk memperoleh detil yang bagus dari foto yang Anda ambil, selalu gunakan resolusi tertinggi. Konsekuensi dari pilihan ini adalah memory akan habis lebih cepat, jadi sering-seringlah mendownload foto dari handphone Anda.

    Gunakan ISO rendah

Penggunaan auto-ISO akan memungkinkan handphone memilih ISO tinggi. Efek dari ISO tinggi adalah banyaknya noise pada foto yang dihasilkan. Ini akan merusak detil dankualitas gambar secara keseluruhan, jadi pastikan Anda memakai ISO rendah saat memotret.

Hasil foto dengan mode portrait

    Sesuaikan arah datangnya cahaya

Kamera handphone tidakmemiliki metering sebaik kamera digital. Kekuatan flash pada kamera handphone jugaterbatas, jadi sebaiknya Anda yang menyesuaikan dengan arah datang cahaya. Cari lokasi yang memunginkan obyek memperoleh pencahayaan dari samping. Jangan sekali-sekali menentang arah datangnya cahaya (backlit), kecuali jika Anda memang bermaksud membuat foto siluet (silhouette)

    Sesuaikan scene mode

Karena tidak ada fasilitas pengaturan speed & apeture, maka maksimalkan scene program untuk hasil terbaik:

Ø Close up, untuk pemotretan obyek yang jaraknya kurang dari 60 cm

Ø Portrait, untuk pemotretan obyek tunggal atau terpusat pada jarak normal. Mode ini menggunakan aperture terbesar yang bisa dicapai oleh kamera handphone.

Ø Sport, untuk pemotretan pada obyek bergerak. Anda bisa menggunakan mode ini untuk ‘memaksa’ kamera menggunakan shutter speed tinggi.

Ø Landscape, untuk pemotretan dengan obyek yang jaraknya lebih dari 200 cm. Mode ini akan menggunakan aperture terkecil & shutter speed lebih lambat.

Ø Night scene jarang saya gunakan karena mode ini akan memilih ISO tinggi yang menyebabkan timbulnya noise. Saya lebih suka menggunakan portrait & timer untuk foto malam.

Hasil foto dengan mode close-up

    Jarak obyek 60-200 cm

Kamera handphone menggunakan sensor kecil dengan jarak lensa ke sensor yang pendek, jadi lensa kamera ini pun memiliki jarak fokus pendek. Efeknya, DoF akan lebar. Jarak maksimum ketajaman sesungguhnya (hiperfocaI) hanya 200 cm (2 m). Jadi untuk obyek-obyek yang memerlukan pemotretan detil sebaiknya tempatkan pada jarak 60 – 200 cm.

    Usahakan meredam shake

Karena kamera handphone sudah kita set untuk memotret pada ISO rendah, dengan sendirinya kamera akan cenderung menggunakan shutter speed lambat yang berkonsekuensi rawan goncangan. Untuk meredam getaran, beberapa cara bisa dilakukan:

Ø Letakkan kamera handphone di tempat yang kokoh

Ø Gunakan fasilitas timer

ISO rendah & shutter lambat memerlukan timer

    Jangan terburu-buru

Ini yang paling penting. Kamera handphone biasanya memiliki respon lebih lambat dari kamera digital, jadi JANGAN TERBURU-BURU. Bahkan ketika jari Anda menekan tombol shutter, sebaiknya jangan buru-buru diangkat karena dapat menyebabkan shake yang menimbulkan blur.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: